Just another weblog

Sebenarnya sejak masuk SMA saya sangat ingin bisa kuliah di luar Bogor, tapi orang tua saya tidak membolehkan. Pada akhirnya mau tidak mau saya harus melanjutkan kuliah di Bogor. IPB pun menjadi pilihan utama saya. Saya masih ingat saat pertama kali formulir USMI datang ke sekolah. Saya langsung mengambil formulirnya. Beberapa hari saya memikirkan mayor apa yang akan saya ambil. Sebenarnya saya sama sekali tidak ada bayangan seperti apa dan bagaimana perkuliahan di IPB. Bahkan saat itu saya sudah tidak ingat seperti apa kampus IPB Dramaga. Karena terakhir saya ke kampus IPB Dramaga saat saya kelas 2 SMA. Saat melihat daftar seluruh mayor yang ada di IPB, saya bertambah bingung. Terdapat banyak sekali mayor yang sedikit pun tidak saya ketahui tentang apa yang dipelajari di jurusan itu.

Suatu hari formulir itu pun harus dikumpulkan. Percaya tidak percaya saat itu saya masih tidak tahu akan memilih jurusan apa. Orang tua saya pun tidak memaksakan supaya memilih suatu mayor, tapi keduanya menyarankan satu mayor yang sama, yaitu mayor yang saya pelajari saat ini, Agronomi dan Hortikultura (AGH). Saya pikir karena saya akan masuk ke IPB setidaknya saya harus mempelajari tentang pertanian. Saya sendiri juga memang merasa tertarik terhadap mayor ini. Namun, saat itu saya sama sekali tidak tahu seperti apa kuliah di mayor AGH. Setelah kurang lebih satu semester saya belajar di mayor ini, saya pun merasa cukup senang dengan mata kuliah yang ada di mayor ini. Saya jadi bisa mempelajari banyak hal baru yang menyangkut pertanian. Diantaranya saya jadi tahu seberapa penting peran pertanian di Indonesia ini. Saya juga jadi bisa mempelajari tentang rekayasa genetika yang bisa digunakan untuk merekayasa genetika tanaman sehingga bisa menjadi lebih bermanfaat bagi manusia. Saya juga bias mempelajari tentang pertanian organik yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Tag Cloud